Memilih Aplikasi Pinjaman Uang Terbaik, Bagaimana Caranya?

Memilih Aplikasi Pinjaman Uang Terbaik, Bagaimana Caranya?

Bertambahnya opsi pinjaman uang dari yang berbasis konvensional hingga muncul yang berbasis digital dari fintech seperti Kredivo, bisa dikatakan semakin membantu dan memudahkan hidup banyak orang saat ini.

Di masa minimnya opsi lembaga pinjaman, pengajuan pinjaman identik dengan kebutuhan yang memerlukan dana besar seperti biaya renovasi rumah, biaya rumah sakit, biaya pernikahan, hingga untuk modal bisnis. Nggak heran, karena sejalan dengan proses pengajuannya yang rumit dengan setumpuk berkas persyaratan.

Namun sekarang, di tengah banyaknya fintech, pinjaman uang jadi lebih beragam baik secara nominal ataupun tujuan. Yang paling nyata terlihat, untuk kebutuhan darurat, fintech bisa jadi alternatif yang paling tepat. Sebab, daftarnya mudah dan proses pencairan pinjamannya cukup cepat.

Dari sekian banyaknya aplikasi fintech pinjaman uang yang beredar, mungkin kamu bertanya-tanya, gimana sih caranya memilih yang terbaik untuk digunakan? Nah, berikut ini 4 tips-nya untuk kamu.

Yang layanannya sesuai dengan kebutuhan

Tahukah kamu kalau fintech sendiri terbagi menjadi beberapa jenis? Yang umum ada di Indonesia adalah fintech pembayaran digital (payment, clearing, settlement), fintech e-aggregator, fintech manajemen risiko dan investasi, serta fintech peer to peer lending yang kerap disebut sebagai fintech pinjaman uang baik untuk keperluan bisnis atau perorangan. Ini penting untuk diketahui agar kamu bisa memilih fintech yang sesuai dengan kebutuhan supaya pinjamannya jadi tepat sasaran.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga resmi yang mengawasi segala aktivitas di sektor jasa keuangan membagi fintech menjadi dua kategori yaitu Fintech 2.0 dan Fintech 3.0. Fintech 2.0 adalah layanan keuangan digital yang dioperasikan oleh lembaga keuangan seperti perbankan. Sementara Fintech 3.0 adalah layanan inovasi keuangan dalam bentuk digital dari startup teknologi.

Yang populer dan banyak digunakan saat ini merupakan fintech pinjaman uang besutan startup teknologi. Kredivo adalah salah satu contohnya. Sebagai fintech kredit digital, Kredivo menawarkan dua jenis layanan kredit: kredit barang dengan tenor 3/6/12 bulan dan pinjaman uang tunai mulai dari 500 ribu dengan tenor 30 hari, 3 bulan, atau 6 bulan. Suku bunga yang diterapkan Kredivo bersifat tetap dan terbilang rendah, cuma 2,95% aja per bulan!

Beda fintech, beda juga regulasinya. Namun, biasanya untuk meminjam di fintech, kamu perlu mengajukan nominal pinjamannya di awal sesuai kebutuhan sambil mengunggah berkas-berkas yang dibutuhkan. Sementara dengan Kredivo, sistemnya limit nontunai. Ketika kamu daftar sebagai pengguna Premium dan disetujui, limit nontunai yang kamu dapatkan baru bisa dicairkan menjadi pinjaman tunai melalui fitur pinjaman mini atau pinjaman jumbo yang ada di aplikasi Kredivo.

Yang tidak hanya terdaftar di OJK tapi juga menjamin privasi dan keamanan data nasabahnya

Memilih fintech pinjaman online yang terdaftar di OJK adalah hal yang wajib hukumnya. Namun, hal itu saja belum cukup. Sebagai pengguna, kamu perlu lebih cermat dan rajin memeriksa segala informasi yang ada di situs atau aplikasi fintech. Terutama bagian kebijakan privasi dan keamanan data untuk melihat bagaimana cara fintech terkait menjaga dan memperlakukan data-data kamu sebagai nasabah. Dengan menggunakan sebuah situs atau aplikasi, biasanya kamu akan dianggap secara otomatis telah menyetujui syarat dan ketentuan dari situs/aplikasi yang berlaku. Maka dari itu, jangan lengah dan rajin membaca agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ya!

Yang memberi semua informasi pinjaman secara transparan

Yang nggak kalah pentingnya dari kebijakan privasi dan keamanan data, fintech yang kredibel juga akan memberikan kamu semua informasi terkait regulasi pinjaman secara transparan. Terutama yang terkait dengan hitungan suku bunga, opsi tenor, biaya denda keterlambatan, hingga biaya provisi atau biaya admin pinjaman. Informasi ini wajib kamu dapatkan di awal sebelum pengajuan pinjaman dilakukan. Dengan mengetahui informasi penting ini di awal, kamu sudah melakukan langkah antisipasi kalau-kalau terjadi hal merugikan di masa depan, misal kebijakan suku bunga yang berubah tiba-tiba, jumlah angsuran yang naik, dan lain sebagainya.

Yang CS-nya responsif dan media sosialnya informatif

Karena berbasis digital, aplikasi fintech pinjaman uang sudah selayaknya memiliki channel digital yang aktif sebagai representasi perusahaannya. Berbeda dengan lembaga pinjaman konvensional yang mengandalkan SDM. Channel digital yang dimaksud di sini terutama adalah Customer Service yang bisa dihubungi baik melalui chat, email, atau telepon, dan juga akun media sosial yang aktif untuk berbagi informasi jika ada kendala teknis pada aplikasi serta layanan fintech. Apabila kamu kesulitan menemukan channel digital dari aplikasi fintech pilihanmu, sebaiknya hati-hati ya! Ke depannya, bukan nggak mungkin kamu bakal kesulitan menghubungi pihak fintech kalau ada kendala lho.